Beranda / DAERAH / Penyebab Kericuhan Pelantikan DPW PA Aceh Timur

Penyebab Kericuhan Pelantikan DPW PA Aceh Timur

Bagikan ke :

HabaTerkini.com – ACEH TIMUR, Kericuhan saat pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Aceh Timur disebabkan oleh beberapa pengurus yang mempertanyakan penetapan Pengurus DPW PA terpilih tidak sesuai prosedur dan tidak melalui mekanisme Musyawarah Wilayah (Muswil).

Penunjukan Azhari M Nur atau Haji Maop sebagai Ketua DPW PA dan Sekretaris serta Bendahara PA Aceh Timur dinilai tidak sesuai dan tidak melalui Musyawarah Wilayah dengan Seluruh Sagoe.

Hal ini menyebabkan banyak kader PA Aceh Timur dan Panglima Sagoe mendatangi menghadang Sekretaris DPP PA, Aiyub Abbas atau Abuwa untuk tidak melakukan pelantikan pada, Kamis (25/6/2026).

Ketegangan memuncak saat Abuwa turun dari mobil dan hendak masuk ke lokasi acara, para kader dan Sagoe terlibat aksi saling dorong antar sesama, hingga menyebabkan Abuwa dan Darwis Jeunieb tertahan di luar hotel.

Namun setelah aparat kepolisian turun Abuwa dan Darwis Jeunieb berhasil masuk ke dalam untuk memulai pelantikan.

Pantauan wartawan, di lokasi pelantikan tidak langsung dimulai, lantaran beberapa Panglima Sagoe dan kader partai yang menolak pengurus DPW PA Aceh Timur yang baru.

Mereka berhasil masuk dan melakukan dialog panjang.

Salah satu Kader PA dari Wilayah Simpang Ulim, Muhammad Fadhil, mengatakan bahwa kedatangan mereka bukan untuk mengganggu acara.

Tetapi ingin meminta penjelasan yang transparan bagaimana pengurus itu bisa terbentuk sebelum Musyawarah Wilayah dimulai.

“Di sini kita semua PA, tidak ada yang ingin mengganggu acara ini, namun kami ingin pertanyakan apa dasar hukum atau aturan yang dipakai untuk melantik pengurus ini.

Untuk apa ada ADRT partai jika tidak dijalankan, kalau caranya hanya melalui sistem penunjukan sepihak, berarti tidak ada acara lagi suara kami di daerah ini,” tuturnya saat berdialog dengan Abuwa dan Haji Maop.

Melihat situasi yang memanas, Ketua DPW PA Aceh Timur yang baru, Haji Maop, meminta para Panglima Sagoe dan Kader PA Aceh Timur menghargai keputusan Mualem dan tidak menghalangi hak politik dirinya untuk memimpin PA.

“Kita di sini sama-sama, jangan halangi hak politik saya, beri saya kesempatan dulu, jika setelah memimpin nanti ada kesalahan silakan dievaluasi.

Kita ingin PA agar lebih baik, sesama kader kita harus rukun, dan saya siap dievaluasi, silakan evaluasi jika nanti terdapat kesalahan,” paparnya.

Sementara itu Fungsionaris DPP Partai Aceh, Darwis Jeunieb menjadi penengah antara perdebatan yang terjadi di Aceh Timur.

Menurutnya, penunjukan Ketua DPW PA itu adalah keputusan Pimpinan Tertinggi PA yaitu Muzakir Manaf atau Mualem. Dan yang ditunjuk oleh Mualem merupakan kader PA.

“Kalau sesama kita begini kita akan hancur ke depannya, ayok beri kesempatan kepada dia untuk memimpin, ini keputusan panglima kita, Maop juga dari PA, apa salahnya memberi kesempatan,” kata Darwis Jeunieb.

Usai perdebatan panjang, kemudian semua pihak mengambil kesimpulan agar yang dilantik hari ini hanya Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW.

Sementara lainnya harus melakukan musyawarah untuk mencapai satu keputusan.

Atas kesepakatan itu kemudian Azhari M.Nur Haji Maop beserta Sekretaris DPW yang dijabat oleh Iskandar Midsen, dan Bendahara DPW M.Yusuf atau Pang Ucok resmi dilantik, masa kemudian membubarkan diri.(Htc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *