HabaTerkini.com, LHOKSEUMAWE —Rangkaian acara pelantikan 47 keuchik (kepala desa) terpilih resmi dijadwalkan ulang untuk dilaksanakan pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026. Prosesi pengambilan sumpah jabatan ini akan dimulai tepat pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di Gedung The Breeze, Harun Square.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Lhokseumawe, Safriadi, S.STP, M.S.M, mengonfirmasi adanya perubahan penting terkait waktu dan lokasi pelaksanaan. Acara yang semula direncanakan hari Jumat diputuskan maju menjadi Kamis pagi. Selain itu, lokasi dipindahkan dari rencana awal di halaman Kantor Walikota ke area indoor di Harun Square.
“Perubahan jadwal ke hari Kamis ini kita lakukan demi efektivitas, mengingat keterbatasan waktu di hari Jumat yang terpotong oleh persiapan ibadah shalat Jumat. Selain itu, melihat kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini serta keterbatasan tempat parkir di halaman kantor walikota, maka sepakat memindahkan lokasi acara ke dalam ruangan di Gedung The Breeze Harun Square agar seluruh prosesi berjalan aman dan nyaman,” ujar Safriadi saat dikonfirmasi Wartawan Kamis (1/10/2026).
Prosesi pengambilan sumpah jabatan ini direncanakan dipimpin langsung oleh Peutua Poe Malaka di bawah kepemimpinan Wali Kota Sayuti Abubakar. Menariknya, seluruh rangkaian acara pelantikan ini akan dikemas dengan nuansa adat Aceh yang sangat kental.
“Semua pemangku adat kita undang menghadiri pelantikan ini secara langsung, baik dari kalangan unsur Kemukiman, Keujruen Blang, Imum Chik (Tengku Raja Mesjid), Panglima Laot, dan berbagai unsur terkait lainnya. Kami merancangnya bernuansa adat Aceh,” tambah Safriadi.
Terkait aturan pakaian, seluruh peserta yang hadir diwajibkan mengenakan pakaian adat Aceh. Secara khusus, para keuchik terpilih wajib memakai Pakaian Dinas Umum (PDU), sedangkan para ibu keuchik akan mengenakan busana Dheun Bungong Sagoe yang menggambarkan warna dan motif khas Kota Lhokseumawe.
Sebelum resmi dilantik, para pemimpin gampong yang baru ini dijadwalkan akan menjalani prosesi peusijuek (tepung tawar) terlebih dahulu oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe.
“Bapak Wali Kota bertugas melantik, sedangkan MPU yang mendoakan dan MAA melakukan peusijuek semua pemimpin gampong tersebut. Pastinya serangkaian acara akan berlangsung meriah,” pungkas Safriadi.(Htc)





















