Beranda / DAERAH / Pulihkan Meunasah Lhok Nga Pasca-Banjir Pidie Jaya, Anggota DPRA Hery Ahmadi Apresiasi ASAR Humanity

Pulihkan Meunasah Lhok Nga Pasca-Banjir Pidie Jaya, Anggota DPRA Hery Ahmadi Apresiasi ASAR Humanity

Bagikan ke :

HabaTerkini.com, PIDIE JAYA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hery Ahmadi, memberikan apresiasi tinggi kepada lembaga kemanusiaan ASAR Humanity atas kontribusinya dalam memulihkan Meunasah Lhok Nga, Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, yang sempat terdampak bencana banjir.

Menurut Hery, rehabilitasi tempat ibadah ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap warga yang sedang berjuang bangkit di masa pemulihan pascabencana. Ia menilai kehadiran lembaga kemanusiaan sangat berarti karena meunasah dan fasilitas umum lainnya adalah pusat dari kehidupan sosial masyarakat Aceh.

“Semoga penanganan fasilitas umum dan tempat ibadah pascabanjir tertangani dengan baik dan kembali normal seperti sediakala,” ujar Hery Ahmadi, legislator DPRA daerah pemilihan (dapil) Pidie dan Pidie Jaya tersebut.

Hery menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh hanya fokus pada rumah tinggal warga, melainkan juga harus menyentuh fasilitas publik. Ia berharap kolaborasi lintas sektor antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat agar infrastruktur publik yang rusak bisa segera difungsikan kembali.

Apresiasi tersebut disampaikan seiring dengan peresmian renovasi Meunasah Lhok Nga oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, pada Senin (28/9/2026). Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan ritual adat peusijuek.

Proyek renovasi ini berhasil dirampungkan berkat kolaborasi erat antara ASAR Humanity, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Sekda Munawar Ibrahim menegaskan bahwa esensi dari rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana melampaui sekadar perbaikan fisik bangunan.

“Rehab-rekon tidak boleh hanya dimaknai sebagai membangun kembali bangunan yang rusak. Yang harus kita pulihkan adalah kehidupan masyarakat secara utuh,” tegas Munawar.

Munawar menambahkan, meunasah memiliki fungsi yang sangat strategis di tengah masyarakat Aceh, mulai dari tempat ibadah, pusat pendidikan, ruang musyawarah, silaturahmi, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.

Selain peresmian meunasah, rangkaian kegiatan sosial di wilayah tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana wudu, rumah pengajian Aziziah di Desa Beurawang, serta penyaluran paket sembako untuk masyarakat terdampak. Aksi kepedulian ini turut melibatkan Bank Muamalat Indonesia dan PT TMMIN.

Di akhir penyataannya, Hery Ahmadi berharap fasilitas publik yang telah direhabilitasi ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga setempat.

“Ini merupakan bentuk kepedulian yang menyentuh langsung kebutuhan mendasar warga. Kita berharap seluruh fasilitas umum dan tempat ibadah yang terdampak banjir dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” pungkas Hery.(Htc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *