HabaTerkini.com, LHOKSEUMAWE — Harapan masyarakat korban bencana di Kota Lhokseumawe untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak akhirnya mulai terwujud. Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Relokasi Terpusat beserta Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) resmi memasuki tahap pelaksanaan pada hari ini, Rabu (23/9/2026).
Kepastian dimulainya proyek bernilai miliaran rupiah ini ditandai dengan digelarnya Pre Construction Meeting (PCM) sebagai rapat persiapan penting sebelum pelaksanaan kontrak pekerjaan di lapangan.
Pertemuan strategis tersebut difokuskan untuk membahas berbagai aspek kesiapan teknis dan administratif. Adapun sebaran infrastruktur hunian baru ini difokuskan pada dua titik strategis, yakni di Gampong Cut Mamplam Kecamatan Muara Dua dan Gampong Padang Sakti Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Rapat PCM ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Kasatker dan PPK Penyediaan Perumahan Provinsi Aceh, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Camat Muara Dua, Camat Muara Satu, serta Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Lhokseumawe. Hadir pula perwakilan Dinas Pertanahan Kota Lhokseumawe, Geusyik gampong dari kedua lokasi, serta pihak kontraktor pelaksana dari PT. Sarjis Agung Indrajaya.
Melalui pertemuan intensif ini, seluruh pihak berkoordinasi erat demi menyamakan persepsi. Sinkronisasi mencakup kesiapan teknis, kondisi eksisting lahan, hingga dukungan penuh dari pemerintah daerah, kecamatan, serta otoritas gampong setempat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe, H. Said Bachtiar, ST., MT, melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Furqan, ST., MSM., IP, menegaskan bahwa sinergi antardinas dan wilayah merupakan kunci keberhasilan proyek kemanusiaan ini.
“Koordinasi lintas sektor menjadi bagian krusial demi memastikan seluruh rangkaian pembangunan Huntap dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan sepenuhnya sesuai dengan rencana awal,” ujar Furqan dalam keterangannya.
Usai merampungkan agenda diskusi di ruang rapat PCM, seluruh peserta langsung bergerak melakukan peninjauan lapangan secara kolektif ke lokasi pembangunan di Gampong Cut Mamplam dan Gampong Padang Sakti. Langkah ini ditujukan untuk memetakan kondisi riil tanah, memastikan aksesibilitas alat berat, serta mendeteksi potensi kendala teknis agar bisa diantisipasi sejak dini.
Dengan tuntasnya tahapan PCM dan verifikasi lokasi ini, pembangunan fisik Huntap diharapkan bisa segera dipacu. Seluruh rangkaian proyek relokasi terpusat ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tanggal 31 Desember 2026. Melalui target tersebut, diharapkan pembangunan berjalan terukur, tepat sasaran, memenuhi standar regulasi, serta membawa dampak nyata dalam memulihkan kesejahteraan hidup masyarakat penerima manfaat lewat penyediaan hunian yang aman, nyaman, dan kokoh.(Htc)





















