Beranda / DAERAH / Haul Hasan Tiro di Lhokseumawe, KPA Tegaskan Perjuangan Aceh Belum Selesai

Haul Hasan Tiro di Lhokseumawe, KPA Tegaskan Perjuangan Aceh Belum Selesai

Bagikan ke :

Habaterkini.com – Lhokseumawe, Peringatan Haul ke-16 Wali Nanggroe Aceh, Almarhum Paduka Yang Mulia Dr. Tgk. Hasan Muhammad di Tiro, LL.D., berlangsung khidmat dan penuh makna di Masjid Jami’ At-Tahrir Kandang, Gampong Meunasah Manyang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang digelar Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase tersebut dihadiri lebih dari 600 jamaah yang terdiri dari unsur ulama, tokoh masyarakat, jajaran Majelis Wilayah Kuta Pase, pengurus KPA dan Partai Aceh, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA), Inong Balee, serta berbagai elemen sipil lainnya. Turut hadir Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan sambutan Ketua Majelis Wilayah Kuta Pase, M. Yasir. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa cita-cita besar yang diwariskan Hasan Tiro hanya dapat diwujudkan melalui persatuan, kesabaran, dan komitmen kolektif seluruh masyarakat Aceh.

Menurut Yasir, perjuangan membangun Aceh yang bermartabat tidak dapat dicapai secara instan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga kebersamaan dan terus memperkuat kesadaran bersama dalam merawat hasil-hasil perdamaian yang telah diraih.

“Kegiatan yang dilakukan KPA dan Partai Aceh hendaknya dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian serta membangun masa depan Aceh yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyerahkan santunan kepada 100 anak yatim, yang secara simbolis diberikan kepada 10 penerima dalam acara tersebut.

Doa bersama dipimpin oleh Qadhi Wilayah Kuta Pase, Tgk. H. Syahabuddin atau yang akrab disapa Abah Alue Awe. Sementara tausiah disampaikan oleh Abon Arongan yang mengangkat tema hubungan pemimpin dan rakyat dalam menjaga amanah perjuangan.

Dalam tausiahnya, Abon Arongan menekankan bahwa keberhasilan sebuah perjuangan tidak hanya ditentukan oleh pemimpin, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Ia mengajak seluruh elemen Aceh untuk terus memperkuat persatuan, nilai-nilai keislaman, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Panglima Wilayah Kuta Pase Muchtar Hanafiah melalui Juru Bicara KPA, Halim Abe, menyampaikan bahwa haul Hasan Tiro bukan sekadar agenda tahunan untuk mengenang sosok pejuang Aceh, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap masa depan daerah.

“Haul ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi momentum memperbarui komitmen terhadap cita-cita besar Aceh dengan tetap merawat nilai-nilai keislaman, budaya, dan semangat pengabdian kepada rakyat,” kata Halim Abe.

Menurutnya, enam belas tahun setelah wafatnya Hasan Tiro, warisan terbesar yang ditinggalkan bukan hanya sejarah perjuangan, tetapi juga keberanian untuk berpikir besar, menjaga martabat, dan membangun masa depan Aceh yang lebih sejahtera.

Ia menegaskan bahwa penghormatan terbaik kepada Hasan Tiro tidak cukup diwujudkan melalui seremoni dan doa semata, melainkan melalui kerja nyata yang berpihak kepada rakyat serta konsistensi menjaga amanah perjuangan dalam kebijakan dan kepemimpinan.

“Peringatan haul ini harus menjadi pengingat bahwa amanah perjuangan hanya akan hidup jika diwujudkan dalam pelayanan, pembangunan, dan pengabdian kepada masyarakat. Itulah ikhtiar menuju Aceh yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,”terangnya.

Peringatan Haul ke-16 Hasan Tiro berlangsung dalam suasana religius, tertib, dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi lintas elemen masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama untuk mengenang jasa, pemikiran, dan kontribusi Hasan Tiro dalam perjalanan sejarah serta pembangunan Aceh pasca perdamaian.(Htc)

Sumber : Aspost.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *