Beranda / DAERAH / Pengungsi Bertahan di Kantor Bupati Bireuen, Pj Sekda: “Sah-Sah Saja Kita Usir Seperti Pedagang Kaki Lima”

Pengungsi Bertahan di Kantor Bupati Bireuen, Pj Sekda: “Sah-Sah Saja Kita Usir Seperti Pedagang Kaki Lima”

Bagikan ke :

Habaterkini.com – Bireuen, Korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen masih bertahan di tenda darurat yang mereka dirikan di halaman Kantor Bupati Bireuen hingga Jumat malam (13/3/2026). Mereka memilih tetap berada di lokasi tersebut sambil menunggu kepastian pembangunan hunian tetap (huntap) dari pemerintah.

Para pengungsi mengaku belum akan meninggalkan lokasi sebelum ada kejelasan terkait rencana pembangunan rumah permanen bagi mereka.

Salah seorang pengungsi, M. Amin, mengatakan kehadiran mereka di halaman kantor pemerintahan bukan untuk membuat keributan, melainkan untuk menuntut kepastian tempat tinggal yang layak setelah rumah mereka hilang akibat bencana.

“Kami hanya menginginkan hak kami. Kami tidak akan meninggalkan lokasi sebelum ada kejelasan kapan huntap akan dibangun,” ujar M. Amin.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, menyatakan pemerintah daerah sebenarnya telah menawarkan solusi sementara kepada para korban bencana. Salah satunya dengan menyediakan rumah sewa di kawasan Cot Ijue, Kecamatan Peusangan.

Menurutnya, opsi tersebut telah disampaikan kepada para pengungsi, namun belum disetujui oleh mereka.

“Pemerintah sudah mencari dan memberi solusi, yaitu menyediakan rumah sewa di sekitar Cot Ijue. Namun mereka menolak,” kata Hanafiah saat bersilaturahmi dan berdiskusi dengan insan pers.

Hanafiah juga mengingatkan bahwa area kantor pemerintahan tidak diperuntukkan sebagai lokasi pengungsian. Ia menegaskan pemerintah memiliki kewenangan untuk menertibkan aktivitas yang dinilai mengganggu fungsi kawasan tersebut.

“Kantor pemerintahan tidak diperuntukkan sebagai lokasi pengungsian, sah-sah saja kita usir secara paksa, seperti kita usir pedagang kaki lima yang tidak tertib,” tegasnya.

Meski demikian, para pengungsi tetap bertahan di lokasi dengan harapan pemerintah segera memberikan kepastian terkait pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan longsor tersebut.(Htc)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *