HabaTerkini.com – JAKARTA, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), resmi melantik seluruh jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Banda Aceh masa bakti 2026–2031.
Prosesi sakral ini berlangsung secara serentak bersama 514 DPC PKB se-Indonesia di Alun-Alun Fatahillah, Kota Tua, Jakarta. Pelantikan akbar yang bertepatan dengan momentum menjelang Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB ini diwarnai keunikan karena para pengurus dari Tanah Rencong tampil kompak mengenakan pakaian adat khas daerah.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) resmi DPP PKB, komposisi kepengurusan baru DPC PKB Kota Banda Aceh diisi oleh kombinasi tokoh senior dan kader potensial. Pada jajaran Dewan Syura, amanah Ketua dipercayakan kepada Ajmalul Hadi dengan Fuad Bawazir sebagai Sekretaris.
Sementara pada jajaran Dewan Tanfidz, Azhar H. Romen resmi mengemban tugas sebagai Ketua DPC PKB Kota Banda Aceh, didampingi Sulaiman sebagai Sekretaris, dan M. Iqbal, ST sebagai Bendahara.
Dalam sambutannya, Gus Muhaimin menegaskan bahwa formasi kepengurusan DPC PKB periode 2026–2031 merupakan hasil dari penataan organisasi yang lebih partisipatif. Seluruh nama yang dilantik telah melewati proses seleksi ketat melalui uji kelayakan, kepatuhan, serta psikotes.
“Kita menggunakan mekanisme musyawarah-mufakat, tidak ada lagi sistem voting. Kompetisi internal hanya membawa luka bagi yang kalah. Di PKB, semua harus terlibat dan memutuskan bersama-sama untuk mengabdi kepada rakyat,” ujar Gus Muhaimin.
Usai mengucap sumpah pelantikan, Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Banda Aceh, Azhar H. Romen, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen besarnya dalam memimpin partai selama lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab moral yang besar untuk membawa perubahan positif di Ibu Kota Provinsi Aceh.
“Kepercayaan yang diberikan oleh Gus Muhaimin dan seluruh kader adalah mandat perjuangan. Kami di jajaran pengurus baru siap mewujudkan politik kehadiran yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. PKB Kota Banda Aceh tidak boleh berjarak dengan rakyat kami harus menjadi wadah tercepat dalam mendengarkan dan mengeksekusi aspirasi warga di setiap gampong,” tegas Azhar H. Romen.
Pascapelantikan, para pengurus baru diwajibkan menandatangani kontrak komitmen dan kontrak kinerja yang akan dievaluasi secara berkala setiap tahunnya. Langkah ini diambil untuk memastikan mesin partai bergerak cepat dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Azhar H. Romen menambahkan bahwa jajarannya akan langsung “tancap gas” di tingkat lokal dengan fokus pada tiga agenda strategis yaitu Berkomitmen hadir di tengah gampong (desa) untuk mengawal langsung suara dan kebutuhan riil rakyat, Mengawal kebijakan anggaran daerah agar lebih berpihak kepada pelaku usaha kecil dan pemberdayaan masyarakat bawah, dan Melanjutkan visi strategis PKB Aceh dalam merangkul para ulama, memajukan sektor pendidikan dayah (pesantren), dan menjaga syariat Islam di Banda Aceh.
Dengan pelantikan ini, DPC PKB Kota Banda Aceh periode 2026–2031 resmi mengemban amanah baru untuk memperluas basis perjuangan partai dan menghadirkan solusi konkret bagi kesejahteraan warga Kota Banda Aceh.(Htc)





















