Habaterkini.com – Lhokseumawe, Peta politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Lhokseumawe memasuki fase krusial menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) periode 2026–2031. Empat figur kunci resmi mencuat sebagai kandidat Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC), menandai kontestasi strategis yang berpotensi menentukan arah politik dan konsolidasi partai di tingkat daerah.
Keempat nama tersebut mencerminkan kombinasi kekuatan kaderisasi dan pengalaman politik. Tgk Abdul Razaq dikenal sebagai representasi basis akar rumput yang militan dan pemimpin di Dayah. Sementara Said Maimun, yang saat ini menjabat Sekretaris DPC, memiliki rekam jejak kuat dalam manajemen organisasi. Di sisi lain, Hj. Nurhayati Aziz sebagai petahana sekaligus anggota DPRK Lhokseumawe dua periode membawa modal kepemimpinan dan pengalaman legislatif, sedangkan Nuraida, juga anggota DPRK, dinilai memiliki jaringan dukungan politik yang solid di kalangan konstituen.
Menguatnya dinamika ini mencerminkan tingginya partisipasi kader serta hidupnya mekanisme demokrasi internal di tubuh PKB, partai yang berakar kuat pada basis Nahdlatul Ulama. Persaingan diperkirakan tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga kapasitas kepemimpinan, strategi elektoral, serta kemampuan memperluas pengaruh politik partai dalam pembangunan daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muscab PKB Lhokseumawe dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 11 April 2026 di Hotel Meuligoe, Kabupaten Bireuen. Agenda ini akan digelar secara serentak bersama Muscab dari Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Bener Meriah.
Momentum ini dinilai menjadi titik balik penting, tidak hanya dalam menentukan figur pemimpin baru, tetapi juga dalam merumuskan strategi politik jangka menengah partai menghadapi dinamika elektoral mendatang.
Sejumlah pengamat menilai, hasil Muscab nantinya akan berdampak signifikan terhadap soliditas internal PKB sekaligus memengaruhi konfigurasi politik lokal di Lhokseumawe dalam beberapa tahun ke depan. Dengan komposisi kandidat yang beragam dan kompetitif, proses pemilihan diproyeksikan berlangsung dinamis, namun tetap dalam koridor demokrasi partai yang sehat. (Htc)




















