Habaterkini.com – Lhokseumawe, Gelombang aksi pencurian yang terjadi secara berulang dalam beberapa pekan terakhir di kawasan pesisir Kecamatan Banda Sakti memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Warga di Gampong Hagu Barat Laut dan Ulee Jalan kini hidup dalam kewaspadaan tinggi menyusul maraknya kasus pembobolan rumah yang terjadi hampir setiap dua malam.
Berdasarkan keterangan warga, para pelaku menyasar rumah-rumah pada malam hingga dini hari, saat sebagian besar penghuni tengah terlelap. Modus operandi yang digunakan diduga cukup terorganisir, dengan pelaku memanfaatkan minimnya penerangan jalan dan lemahnya pengawasan lingkungan.
Dalam rentang satu bulan terakhir, berbagai barang berharga milik warga dilaporkan hilang. Mulai dari perhiasan emas, uang tunai, televisi, hingga peralatan rumah tangga seperti kompor gas dan tabung gas elpiji. Nilai kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah per korban.
“Kami sangat khawatir. Hampir setiap dua malam ada saja rumah yang menjadi korban. Cara mereka beraksi seperti sudah dipantau sebelumnya, dan kami yakin pelakunya lebih dari satu orang,” ujar salah seorang warga Hagu Barat Laut, Rabu malam (25/3/2026).
Warga juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa kasus, pelaku diduga telah mengintai rumah target terlebih dahulu untuk memastikan kondisi aman sebelum melancarkan aksinya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya pelaku yang mengenal situasi lingkungan sekitar.
Situasi ini diperparah dengan terbatasnya patroli keamanan di wilayah tersebut, sehingga warga merasa perlu mengambil langkah mandiri. Sejumlah inisiatif pun mulai dilakukan, seperti mengaktifkan kembali ronda malam, memasang lampu tambahan di halaman rumah, hingga menggunakan kamera pengawas (CCTV) secara swadaya.
Tokoh masyarakat setempat turut menyuarakan kekhawatiran yang sama dan mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas. Mereka berharap peningkatan patroli rutin, penyelidikan intensif, serta pengungkapan jaringan pelaku dapat segera dilakukan guna memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kami berharap pihak berwajib segera turun tangan lebih serius. Ini sudah sangat meresahkan dan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas jika tidak segera ditangani,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Fenomena ini menjadi alarm bagi seluruh warga Lhokseumawe untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kriminalitas, khususnya di kawasan pemukiman padat penduduk di wilayah pesisir.
Pemerintah setempat juga diharapkan dapat memperhatikan aspek penerangan jalan umum serta mendukung sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas guna mencegah kejadian serupa terus berulang. (Htc)




















