Habaterkini.com – Aceh Jaya, Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya, Safwandi dan Muslem (SALem), berbagai capaian pembangunan daerah menunjukkan tren positif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kepemimpinan yang dilantik pada 19 Februari 2025 oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) tersebut dinilai mampu menjawab harapan publik melalui percepatan program pembangunan, penguatan pelayanan publik, serta pemberdayaan ekonomi rakyat yang merata hingga tingkat gampong.
Sejak awal masa jabatan, SALem langsung mengakselerasi berbagai sektor prioritas di tengah tantangan efisiensi anggaran dan dampak bencana alam yang turut dirasakan Aceh Jaya. Meski dihadapkan pada berbagai ujian, kepemimpinan yang merakyat dan totalitas dinilai menjadi kunci keberhasilan tahun pertama. Fondasi tata kelola pemerintahan yang kuat serta sinergi lintas sektor menjadikan Aceh Jaya tetap stabil dan bergerak maju sesuai visi pembangunan berkelanjutan daerah.
Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA) Heri Safrijal SP MTP menilai kepemimpinan SALem sebagai “nafas panjang penantian masyarakat” yang kini terjawab melalui kinerja pro-rakyat dan capaian prestasi daerah. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral atas kepercayaan masyarakat sekaligus indikator kuat bahwa arah pembangunan Aceh Jaya berada di jalur yang tepat dan progresif.
Secara makro, indikator pembangunan Aceh Jaya sepanjang 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 73,40 pada 2024 menjadi 74,20 pada 2025. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 12,25 persen menjadi 10,37 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun dari 2,75 persen menjadi 2,57 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah juga terjaga di angka 3,83 persen dengan Indeks Gini 0,254, menandakan ketimpangan pendapatan masih terkendali.
Selain capaian ekonomi dan sosial, Aceh Jaya juga menorehkan berbagai prestasi nasional dan internasional. Pemerintah kabupaten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2024, penghargaan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tercepat tingkat Provinsi Aceh, serta pengakuan eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI. Deretan penghargaan tersebut memperkuat citra tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Prestasi lainnya mencakup Kabupaten Layak Anak kategori Pratama, Universal Health Coverage (UHC) Award, serta Serambi Emas Award untuk inovasi digital produk kreatif lokal. Capaian tersebut, menurut pemerintah daerah, merupakan buah konsistensi program prioritas yang berpihak pada rakyat, mulai dari pendidikan, perlindungan sosial, hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal seperti pertanian dan UMKM.
Ke depan, Heri Safrijal menilai tantangan besar Aceh Jaya adalah optimalisasi peluang pembangunan strategis, termasuk kesiapan menyukseskan agenda PorA Aceh yang diharapkan memberi efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi dan infrastruktur daerah. Ia optimistis Aceh Jaya memiliki kapasitas produktif untuk melanjutkan akselerasi pembangunan dan mendukung arah kepemimpinan Aceh di bawah Mualem–Dek Fadh. Dengan fondasi capaian tahun pertama, kepemimpinan SALem dipandang sebagai momentum kebangkitan Aceh Jaya menuju daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.(Htc)




















