Habaterkini.com – Aceh Jaya, Kontestasi internal Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Aceh Jaya kian menghangat menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026. Tiga figur utama dipastikan masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB, masing-masing membawa kekuatan politik dan basis dukungan yang berbeda.
Nama pertama, Wanti Cahya, S.Pd, tampil sebagai representasi kader perempuan dengan rekam jejak strategis di struktur partai. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Aceh, Ketua Perempuan Bangsa Provinsi Aceh, sekaligus anggota DPRK Aceh Jaya. Kehadirannya dinilai memperkuat narasi regenerasi dan inklusivitas dalam tubuh partai.
Sementara itu, Musdi Fauzi, yang merupakan Ketua DPC PKB Aceh Jaya saat ini dan juga anggota DPRA, dipandang sebagai kandidat petahana dengan keunggulan jaringan politik yang telah terbangun. Modal pengalaman dan konsolidasi struktur menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan pengaruhnya di internal partai.
Di sisi lain, Zulfikar, S.Pd.I, yang menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Aceh Jaya, hadir sebagai alternatif dengan pendekatan organisatoris yang kuat. Perannya selama ini dalam menjaga stabilitas internal dinilai menjadi nilai tambah dalam kontestasi tersebut.
Muscab kali ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga penentu arah strategis PKB di Aceh Jaya ke depan, terutama dalam menghadapi dinamika politik lokal dan agenda pemilu mendatang.
Secara demografis, Aceh Jaya memiliki potensi politik yang signifikan. Kabupaten ini terdiri dari 9 kecamatan, 21 mukim, dan 172 gampong/desa, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 101 ribu jiwa pada 2025. Ibu kota kabupaten berada di Calang, Kecamatan Krueng Sabee wilayah yang juga menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan politik lokal dan nasional.
Dengan konfigurasi wilayah dan basis pemilih yang tersebar, kemampuan kandidat dalam menggalang dukungan lintas kecamatan akan menjadi faktor penentu. Muscab 2026 pun diprediksi berlangsung kompetitif, sekaligus menjadi momentum konsolidasi penting bagi PKB dalam memperkuat posisinya di Aceh Jaya dalam menguasai parlemen. (Htc)




















