Beranda / DAERAH / Pemkab Aceh Timur Bangun Huntara Korban Banjir

Pemkab Aceh Timur Bangun Huntara Korban Banjir

Bagikan ke :

habaterkini.com – Aceh Timur, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mulai merealisasikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir. Pada tahap awal, sebanyak 24 unit huntara didirikan di Kecamatan Idi Rayeuk sebagai solusi cepat bagi warga yang selama ini bertahan di tenda pengungsian.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan percepatan pembangunan huntara menjadi kebutuhan mendesak agar para penyintas dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak. Huntara disiapkan sebagai hunian transisi sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan rumah permanen.

Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan huntara dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Jumat (9/1/2026). Lokasi pembangunan berada di belakang Kantor Camat Idi Rayeuk dan menjadi titik awal penanganan hunian bagi korban banjir.

Iskandar menjelaskan, pembangunan huntara ditargetkan rampung dalam waktu 10 hari dan paling lambat selesai pada 15 Januari 2026. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Adhi Karya dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Setiap unit huntara akan dilengkapi fasilitas dasar penunjang kenyamanan penghuni, seperti ranjang tidur, kipas angin, dispenser air minum, serta akses internet gratis. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu warga kembali menjalani aktivitas harian secara lebih manusiawi.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh Timur sebelumnya merendam ratusan rumah warga dan memaksa banyak keluarga mengungsi. Kondisi tersebut menjadikan ketersediaan hunian sementara sebagai kebutuhan mendesak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Bupati Iskandar menegaskan pembangunan huntara dipercepat agar masyarakat dapat menjalani Hari Meugang dan bulan Ramadan dengan tempat tinggal yang layak. Selain Idi Rayeuk, pembangunan huntara juga direncanakan di sejumlah kecamatan lain, seperti Simpang Jernih, Serba Jadi (Lokop), Peureulak, Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, Madat, serta beberapa unit di Kecamatan Banda Alam.(Htc)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *