Beranda / DAERAH / Kritik Pengelolaan APBA, Martini: Jangan Jadikan DPRA Tempat Lindungi Mafia dan Bandit

Kritik Pengelolaan APBA, Martini: Jangan Jadikan DPRA Tempat Lindungi Mafia dan Bandit

Bagikan ke :

Habaterkini.com – Banda Aceh, Anggota DPRA dari Fraksi Partai NasDem, Martini, melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) serta kinerja lembaga DPRA yang dinilai belum sepenuhnya menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Martini dalam Rapat Paripurna DPRA, di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh, Rabu (11/3/2026).

Ia mengingatkan agar lembaga legislatif tersebut tidak disalahgunakan untuk melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu.

“DPR ini lembaga yang bermarwah. DPR ini yang mengawasi seluruh anggaran, seluruh uang rakyat, karena DPR ini adalah perwakilan rakyat. Bukan justru DPR ini lembaga yang melindungi mafia dan bandit-bandit,” tegas Martini.

Menurutnya, DPRA merupakan lembaga terhormat yang diisi oleh wakil rakyat hasil pilihan masyarakat Aceh.

Karena itu, setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Lembaga DPRA ini adalah lembaga yang terhormat. Harapan saya jangan ada isu-isu negatif tentang lembaga ini. Karena di dalam lembaga ini adalah anggota DPR terpilih yang dipilih oleh masyarakat lima juta lebih, perwakilan yang mereka hantarkan ke sini. Sehingga satu rupiah pun itu harus memihak kepada rakyat,” jelasnya.

Martini juga menyoroti minimnya respons lembaga legislatif terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Ia mengaku kecewa karena belum melihat langkah nyata dari lembaga tersebut untuk membantu para korban.

Ia turut menggambarkan kondisi masyarakat yang saat ini masih bertahan di pengungsian dengan berbagai keterbatasan, sementara para wakil rakyat bekerja di ruang yang nyaman.

“Bagaimana tentang kebutuhan sehari-hari masyarakat kita? Hari ini kita duduk di ruang ber-AC pimpinan. Bagaimana masyarakat kita hari ini di bawah tenda, mereka makan seadanya. Bahkan uang jajan anak aja mereka enggak ada,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap anggota dewan telah mengucapkan sumpah jabatan untuk mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

Karena itu, ia berharap lembaga DPRA tidak dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Tapi yang kita lihat, ada yang merasa ini lembaga milik pribadi dan ada yang merasa ini milik kelompok. Ini yang memunculkan isu-isu negatif di luar,” ujarnya.

Martini juga menegaskan bahwa APBA merupakan uang rakyat yang harus dikelola secara transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Harapan kita, APBA adalah uang rakyat, bukan uang warisan pejabat,” pungkas Martini.

Di sisi lain, Martini juga menyinggung terkait pemotongan TPP ASN.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dievaluasi kembali demi kesejahteraan masyarakat.

“ASN ini adalah masyarakat Aceh yang hari ini mereka juga terdampak daripada musibah banjir dan longsor. Apabila ada pemotongan sebesar 16 % ini akan berdampak juga pada pertumbuhan ekonomi masyarakat kita,” jelasnya.

“Ke depan, kami sebagai anggota DPR Aceh menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Aceh yang mengelola anggaran, agar berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.(Htc)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *