Habaterkini.com – Aceh Timur, Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan Daud (HRD) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), melakukan kunjungan kerja (kunker) maraton, di Kabupaten Aceh Timur pada Jumat (27/2/2026). Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan infrastruktur vital yang mengalami kerusakan parah akibat hantaman banjir beberapa waktu lalu.
Didampingi tim dari Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), HRD menyisir sejumlah titik krusial, mulai dari sarana pengairan, akses jalan daerah, hingga pusat ekonomi masyarakat.
Salah satu agenda prioritas HRD adalah meninjau kondisi Pasar Peureulak dan Pasar Idi Rayeuk. Pasar Peureulak yang dibangun pada 2016 silam kini kondisinya memprihatinkan setelah terjangkang banjir berulang kali.
Merespons keluhan pedagang, HRD langsung menginstruksikan langkah nyata. “Untuk Pasar Peureulak, besok tim dari Kementerian PU akan langsung melakukan pengukuran teknis. Setelah itu, proses renovasi akan segera dikerjakan agar aktivitas ekonomi warga kembali normal,” tegas politisi PKB tersebut.
Selain pasar, rombongan juga meninjau sejumlah tempat lainnya antara lain: Waduk Merbau II dan Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye Sayap Kanan untuk memastikan ketersediaan air lahan pertanian.Daerah Aliran Sungai (DAS) Arakundo sebagai upaya mitigasi banjir jangka panjang.
Infrastruktur jalan tak luput dari perhatian. HRD meninjau beberapa ruas jalan yang masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD), di antaranya ruas Peureulak, Jalan Keude Geureubak, dan IJD Teupin Pukat Bagok. Perbaikan jalan ini dinilai sangat mendesak karena merupakan urat nadi distribusi logistik di Aceh Timur.
“Hasil tinjauan lapangan hari ini menunjukkan banyak titik yang butuh penanganan segera. Kami membawa langsung mitra dari kementerian agar perencanaan perbaikannya presisi dan eksekusinya cepat,” tambahnya.
Dalam kunker ini, HRD didampingi oleh Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, Tenaga Ahli DPR RI Muhammad Adam, M. Ed, serta jajaran anggota DPRA dan DPRK Aceh Timur dari Fraksi PKB.
H. Ruslan Daud menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi pembangunan di Aceh, apalagi Aceh Timur adalah wilayah yang terdampak bencana.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat kemajuan infrastruktur.
“Kita akan berusaha semaksimal mungkin. Aceh Timur butuh sentuhan perbaikan yang serius, dan itu adalah tanggung jawab yang harus kami tunaikan,” tutup HRD.(Htc)




















