Beranda / DAERAH / Halim Abe: Fokus Utama Aceh Harus pada Pemulihan Banjir, Jangan Alihkan dengan Isu Konvoi Bendera

Halim Abe: Fokus Utama Aceh Harus pada Pemulihan Banjir, Jangan Alihkan dengan Isu Konvoi Bendera

Bagikan ke :

habaterkini.com – Lhokseumawe, Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase menegaskan agar perhatian publik dan negara tetap fokus pada krisis kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat Aceh pasca-bencana banjir besar yang melanda 18 kabupaten/kota di provinsi Aceh.

Dalam keterangannya, Juru Bicara KPA Kuta Pase, Halim Abe, menanggapi perdebatan terkait pengibaran Bendera Aceh dan bendera putih dalam aksi solidaritas. Menurut Halim, aksi tersebut bukan sekadar simbolisme, melainkan bentuk empati mendalam terhadap penderitaan masyarakat Aceh yang terus meningkat akibat bencana yang merusak infrastruktur, mengganggu perekonomian, dan menyebabkan hilangnya nyawa serta tempat tinggal.

“Banjir besar yang melanda Aceh telah membawa dampak yang sangat serius. Dalam kondisi darurat seperti ini, ekspresi kolektif masyarakat adalah hal yang wajar. Aksi ini adalah kekecewaan terhadap penanganan bencana yang tidak jelas, dan kami ingin menegaskan bahwa ini lebih dari sekadar simbol; ini adalah suara rakyat yang menginginkan perhatian yang lebih serius,” ujar Halim Abe, Jumat (26/12).

Halim juga mengingatkan bahwa respons yang represif terhadap aksi tersebut berpotensi memperburuk keadaan, mengingat situasi kemanusiaan yang sedang sangat rentan. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan proporsional dari aparat keamanan dalam merespons aspirasi masyarakat.

Lebih lanjut, Halim meminta seluruh jajaran KPA Kuta Pase untuk tetap menjaga integritas dan berfokus pada koordinasi internal, memastikan bahwa perjuangan mereka tidak tergeser oleh isu lain yang tidak relevan dengan pemulihan Aceh pasca-bencana.

“Fokus utama kami adalah membantu masyarakat Aceh bangkit dari bencana ini. Kami tidak ingin perhatian kami teralihkan dari penderitaan rakyat Aceh yang membutuhkan bantuan dan pemulihan yang segera,” tegasnya.

KPA Kuta Pase juga menegaskan dukungannya kepada Muzakir Manaf (Mualem) dalam memastikan aspirasi masyarakat terwakili dengan baik dalam proses pemulihan Aceh yang cepat dan terarah.

Halim juga menyampaikan apresiasi kepada lembaga non-pemerintah (NGO), organisasi internasional, dan masyarakat sipil yang telah memberikan bantuan langsung kepada korban banjir. Ia berharap dengan dukungan semua pihak, Aceh dapat bangkit kembali dan melewati masa sulit ini dengan kehormatan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh rakyat Aceh di masa lalu.

“Semoga Allah SWT memberikan kita kesabaran dan keikhlasan. InsyaAllah, Aceh akan bangkit dengan semangat juang yang tak pernah pudar,” tutup Halim Abe. (Htc)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *