Beranda / DAERAH / Anggota DPRA Minta APBA 2026 Lebih Memihak Korban Bencana

Anggota DPRA Minta APBA 2026 Lebih Memihak Korban Bencana

Bagikan ke :

Habaterkini.com – Banda Aceh, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nora Idah Nita menyarankan, Pemerintah Aceh agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 lebih berpihak kepada korban bencana.

Menurut Nora, pascadua bulan dilanda banjir dan tanah longsor, masyarakat terdampak di beberapa kabupaten/kota di Aceh hingga kini masih butuh perhatian dan tanggap cepat dari Pemerintah Aceh.

“Hingga saat ini, berdasarkan pengakuan korban di lapangan, masyarakat di Aceh Tamiang belum menerima bantuan tunai dari pemerintah provinsi.

Pemberian bantuan untuk korban ini perlu segera disalurkan mengingat kondisi yang mendesak,” ujar Nora, dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Nora menyayangkan alokasi belanja APBA 2026 dianggarkan untuk kegiatan-kegiatan yang bukan prioritas dan tidak mendesak dalam momen pascabencana.

Di antara program yang dimaksud adalah rehab rumah anggota DPRA dan pembelian mobil dinas di salah satu lembaga.

Ia meminta untuk rehab rumah anggota DPRA sebaiknya ditunda dulu, dan untuk pengadaan mobil dinas sebaiknya dialihkan untuk masyarakat korban konflik yang terdampak bencana.

“Saya menyarankan kegiatan seperti rehab rumah anggota DPRA sebesar Rp50 miliar dan juga pembelian mobil di BRA sebesar Rp20 miliar, dan belanja lainnya yang tidak mendesak, sesuai hasil verifikasi dan arahan Mendagri terhadap APBA 2026 agar dapat dirasionalisasi untuk kegiatan yang lebih tepat sasaran, terutama untuk korban bencana,” ungkap Nora.

Nora juga menyampaikan, bahwa bencana dahsyat yang terjadi akhir November 2025 lalu berdampak luas terhadap masyarakat Aceh, menghilangkan harta benda dan mata pencaharian.

Untuk itu, Politikus Partai Demokrat ini mendorong peran optimal pemerintah provinsi yang sudah seharusnya hadir di tengah-tengah masyarakat.

Ia berpendapat, program rehab rekon, pertanian, pembangunan infrastruktur dan bantuan usaha UMKM, serta bantuan langsung kepada masyarakat korban bencana sangat dibutuhkan sekali dalam situasi ini.

“Jika tidak segera diambil langkah tepat dan cepat, maka angka kemiskinan di Aceh akan semakin bertambah. Ini membuat situasi Aceh yang tidak baik ke depannya,” ungkapnya.

Sebagai Anggota DPRA Dapil Langsa dan Aceh Tamiang, Nora mengaku melihat sendiri keadaan masyarakat yang terkena dampak parah dalam bencana banjir ini.

Ia bahkan telah mendengar sendiri keluhan masyarakat di wilayah terdampak yang kini sangat berharap bantuan dari pemerintah, khususnya bantuan tunai.

“Apalagi dampak bencana ini membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian, mengingat kondisi pascadua bulan banjir, kondisi korban di wilayah terdampak masih memprihatinkan,” pungkasnya.(Htc)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *