Beranda / DAERAH / 21 Tahun Perdamaian Aceh, Ketum DPP PNA Rahul Dorong Evaluasi MoU Helsinki dan Ajak Generasi Muda Jangan Lupakan Sejarah Konflik

21 Tahun Perdamaian Aceh, Ketum DPP PNA Rahul Dorong Evaluasi MoU Helsinki dan Ajak Generasi Muda Jangan Lupakan Sejarah Konflik

Bagikan ke :

HabaTerkini.com, BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nanggroe Aceh (PNA), Misbahul Munir alias Rahul, menilai momentum 21 Tahun Damai Aceh harus menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan perdamaian dan implementasi butir-butir MoU Helsinki. Hal itu disampaikan Rahul saat diwawancarai HabaTerkini.com, Kamis (13/8/2026).

Menurut Rahul, rentang waktu 21 tahun bukanlah waktu yang singkat. Karena itu, ia memandang perlu dilakukan evaluasi terhadap sejauh mana poin-poin yang telah disepakati dalam MoU Helsinki benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Aceh.

Ia juga menilai para pimpinan politik GAM perlu kembali melibatkan para juru runding yang masih ada, baik di dalam maupun luar negeri.

“Sudah 21 tahun perdamaian Aceh. Ini bukan waktu yang singkat untuk mengimplementasikan butir-butir MoU Helsinki. Saya memandang perlu adanya evaluasi sejauh mana poin-poin tersebut berjalan. Para juru runding yang masih ada perlu kembali diajak melihat apakah kondisi hari ini sudah sesuai dengan apa yang mereka harapkan ketika proses perundingan berlangsung,” ujar Rahul.

Rahul juga mengingatkan generasi muda Aceh agar tidak pernah melupakan sejarah panjang konflik yang pernah terjadi. Menurutnya, perdamaian yang dirasakan hari ini lahir dari proses panjang yang diwarnai banyak pengorbanan, darah, air mata, serta kehilangan yang dirasakan masyarakat selama masa konflik.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak menyia-nyiakan ruang damai yang telah terbuka.

“Generasi muda harus proaktif mengambil peran positif dalam mengisi perdamaian yang telah disepakati antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka. Jangan lupakan sejarah, tetapi jadikan sejarah itu sebagai pelajaran untuk membangun Aceh yang lebih baik, maju, dan bermartabat,” pungkas Rahul.(Htc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *